Dulu aku hanyalah seorang anak kecil, seorang yang belum begitu dewasa. Dan alasanku beranjak dewasa adalah karena tatapan matamu yang begitu percaya padaku. Begitupun dengan satu senyumanmu, semua itu lebih dari cukup. < Green Rain >
Tak lama setelah dia mengatakan menyukaiku, dia menyatakan cinta pada gadis lain. Membakar fotonya tidak membuat perasaanku lebih baik. Semoga petir segera menyambarnya begitu tiba di Kanada.
Pagi ini, saat kuputuskan untuk mejalani hari-hari yang menyenangkan, hujan dan petir justru datang di hari pertama tahun terakhirku di sekolah dasar. Aku tidak ingin percaya, tapi setiap orang mengatakan ini pertanda buruk.
Benar saja. Hari ini, aku dan teman-teman kelas 6-3 pertama kalinya bertemu dengan wali kelas kami, guru Ma yoo jin.
Saat dia datang, waktu seperti bergerak lambat dan hawa dingin selalu menyertainya. Aku merasa seperti bagian kiri tubuhku terbakar sedangkan bagian kanan tubuhku membeku.
Inilah awal mimpi buruk kami.
##
Aku tidak suka dengan adegan awal episode pertama Queen’s Classroom. Kenapa PD-nim? Kenapa SW-nim? Rasanya tidak perlu memasukan adegan seperti itu. Apalagi drama ini bercerita tentang anak-anak SD. #tanyamissrosa
Aku juga agak kurang suka dengan adegan kekerasan antara Oh dong goo dan geng anak SMA. Apa karena drama ini juga bercerita tentang perbulian ya? Oke, jadi jika anak-anak menonton drama ini, orang tua tetap harus menemani.
Well, lupakan hal-hal yang buruk karena secara keseluruhan drama ini benar-benar keren. Sangat keren! Karena meski sangat menyebalkan, aku tidak bisa membenci tokoh-tokoh antagonis di drama ini. Guru Ma, Nari, Soo Jin, Doo jin, ibu Nari, wakepsek, siapa lagi yang antagonis? Apa hanya aku saja yang salah menafsirkan karakter dari setiap tokoh ya?
Guru Ma, dia mendapat julukan nenek sihir dari murid-muridnya. Membuat Hana dikucilkan, membuat Bomi mengkhianati Hana, membuat Nari ‘menggila’, membuat Oh dong goo menjadi bahan ejekan dan rasa-rasanya dialah yang harus bertanggung jawab atas semua kerusuhan di kelas 6-3.
Alih-alih menjadi nenek sihir, ternyata mantra sihir guru Ma juga mampu membuat Seo yeon yang acuh menjadi sangat peduli, membuat Oh dong goo menemukan ibunya, membuat Bomi yang minder menjadi pede, membuat murid-murid kelas 6-3 memaafkan Nari dan Doo jin dan juga membuat Hana mampu melindungi persahabatan dan tahun terakhirnya di sekolah dasar.
Tema yang berbeda dari drama korea yang lain. Akting anak-anak kelas 6-3 yang keren. Cerita yang penuh inspirasi. Dan tentu saja, tokoh guru Ma yang sukses menjadi antagonis yang paling dicintai. Bintang 4 untuk drama ini ^__^
Sampai jumpa di Queen’s Classroom season 2, tiga tahun lagi…* kata Oh Dong goo
ps: Aku sebenarnya khawatir, teman-temanku yang guru mulai berubah halauan setelah menyaksikan drama ini. Semoga tidak seperti guru Yang, ya kawan…^___^





