Rabu, 25 Desember 2013

Kdrama 2013: Diawali dengan Flower Boys Next Door dan diakhiri dengan Reply 1994



2013 benar-benar tahun yang gila-gilaan menyita waktu juga tenaga. Jadi tidak banyak Kdrama yang kuikuti. Drama yang kutonton sejak awal hingga akhir tanpa 'skip' bisa dihitung dengan jari tangan kiri. Sisanya hanya kuikuti lewat forum soompi sama baca sinopsisnya di beberapa blog. Padahal tahun ini banyak banget aktor sama aktris level A yang main drama. Arrrgggggghhhhh! Jadi keingetan sama Winter Winds yang sampai saat ini masih belum kutonton. Kudet banget lah tahun ini!!!
Berikut daftar drama yang kuikuti tahun ini:
1.      Flower Boys Next Door (Ditonton sampai episode akhir)
2.      I Hear Your Voice (Ditonton sampai episode akhir)
3.      Queen’s Classroom (Ditonton sampai episode akhir)
4.      Virus (ditonton sampai episode akhir)
5.      Reply 1994 (Sudah tayang 19  episode tapi pasti ditonton sampai akhir ^_^v)

6.      Level 7 Civil Servant ( Dilewat lewat tapi tamat)
7.      School 2013 (Dilewat lewat tapi tamat)
8.      Monstar (Dilewat lewat tapi tamat)
9.      Lee Tae Baek (Dilewat-berhenti nonton lama banget-tapi tamat juga)
10.  Incarnation Money (Dilewat lewat-berhenti lama banget- langsung nonton episode final)
11.  Good Doctor (Ngikutin dari awal-berhenti ditengah-tengah- tapi tamat juga)
12.  Heirs (Belum tertarik nonton, kadang baca artikelnya di soompi)
Dan ini beberapa drama yang belum kutonton sama sekali:
1.      That Winter The Wind Blows (Masih mikir-mikir karena katanya ceritanya sedih, tapi ada Jo In Sung sama Song Hye Kyo!!!)
2.      Master Sun (Di drama ini So Ji Sub katanya kocak banget)
3.      Two Weeks  (Lee Jun Ki. Tidak ada alasan lain lagi)
Karena So Ji Sub dan Lee Jun Ki tayang bersamaan, kupastikan hari-hariku yang saat itu sedang kacau akan semakin bertambah galau. Jadi lebih baik tidak menonton keduanya dulu ;D
4.      Secret (Suka Ji Sung sejak berakting di New Heart dan Protect The Boss, tapi karena drama ini bertema sedih jadi kuputuskan tidak menontonnya. Eh, setelah dicek lagi, ternyata ratingnya bagus. Kan jadi kabita…)
Sekarang benar-benar sudah di penghujung 2013. Awalnya sempat kecewa juga karena tidak ada drama akhir tahun yang bagus. The Heirs yang menjadi fenomenal sejak awal tahun pun sama sekali tidak menarik perhatian. Cerita tentang pria chaebol dengan gadis miskin bukankah sudah biasa?
            Yang tidak disangka-sangka justru datang dari salah satu drama TVN, seri kedua dari Reply 1997. Kali ini diberi judul Reply 1994. Settingnya semakin jadul saja. Tapi intinya masih sama, ‘Siapakah yang akan menjadi suami…?’


            Awalnya drama ini tidak kumasukan dalam daftar tontonan. Pertama, deretan pemeran utamanya tidak menarik. Ketiganya bukan spesial peraih rating tinggi dan sejauh yang kulihat, akting mereka juga biasa saja. Kedua, meski Reply 1997 meledak di pasaran dan meraih rating yang tinggi, di Korea sana, biasanya drama seri kedua itu selalu gagal. Contohnya Dream High session 2 dan Full House take 2. Tapiiiiiiii, tiba-tiba Baro diperkenalkan sebagai pemeran berikutnya. Yaks! B1A4 Baro. 
Akhirnya anak ini main drama juga. Jadilah, alasan utama menonton drama ini karena Baro. (PD-nim, SW-nim, berterimakasihlah pada Baro ;D)
            Sejak berminggu-minggu lalu drama ini membuat galau setiap Jumat dan Sabtu. Siapa sangka, ternyata Sung Najung lebih gila daripada Sung Siwon. Yoo Yeon Seok yang sangat menyebalkan setengah mati di Warewolf Boy bisa jadi Chil Bong yang sangat cute. Lalu Ssereki Oppa? Ah, sekarang dia adalah National Oppa. Kisah Sam Cheo Po dan Yoon Jin yang tidak terduga. Haitaiiiiiii! Binggereu!!! Rating drama ini bahkan mampu mengalahkan rating Reply 1997, pendahulunya. Kalau tayang di tivi macam MBC, SBS atau KBS ratingnya pasti di atas 40%.

            Drama ini aneh. Tidak ada tokoh antagoisnya, tapi ratingnya tinggi, konfliknya keren, tiap episode selalu bikin penasaran. Najung, Oppa, Chilbong, Haitai, Samcheopo, Yoon Jin, Binggereu, Appa, Omma, Kim Gi Tae. Diantara mereka tidak ada yang menjadi antagonis. Penulisnya benar-benar keren!!!
            Meski mengikuti drama ini dari awal, aku sempat berhenti menontonnya di episode 12. Bukan karena ceritanya tidak keren lagi, tapi aku adalah #teamChilbong. Kasihan saja melihatnya terus patah hati. Di episode 16 entah 17, dia bahkan hanya tampil 15 detik dalam satu episode. Seandainya bukan Chilbong yang jadi suaminya Najung, aku tidak bisa memaafkan drama ini.

            Di episode 18, giliran #teamOppa yang galau. #teamChilbong di atas angin. Horrreee!!! Kemarin nemu artikel, katanya Reply 1994 juga akan dibuat versi novelnya. Seandainya Chilbong yang jadi suaminya Najung, beli. Kalau tidak, bakar saja novelnya. ^_^


            Tahun ini diawali dan diakhiri dengan drama TVN yang ceria dan menyenangkan. Sampai jumpa di  Flower Boy dan Reply seri berikutnya… 
























Sabtu, 14 Desember 2013

Dibuang Sayang

Sebagai seseorang yang tidak bisa disebut gadis remaja lagi dan sudah menulis sejak ribuan hari lalu, tentunya cita-cita tertinggi yang diharapkan adalah melihat tulisannya nangkring di media masa atau toko buku terdekat. Karena saat itulah, -menurutku- dia baru bisa disebut sebagai penulis.
            Menulis diary, menulis SOAP, menulis resep kue dan menulis resep obat memang sama-sama menulis. Tapi tidak bisa menjadikannya penulis. –sekali lagi ini menurutku-
            Beberapa minggu lalu, aku masih berpikir kalau aku bukanlah penulis. Hingga seorang teman tiba-tiba memberitahuku kalau dia membaca cerpenku di sebuah tabloid. Emmmh...responku cuma ketawa. Temanku itu memang sejak SMA doyan becanda. Tapi selanjutnya aku benar-benar penasaran ketika dia bersumpah kalau melihat namaku sebagai penulis cerpen yang dia baca. Kayaknya dia memang nggak becanda. Tapi, masa aku sendiri sampai nggak tahu cerpen sendiri dimuat di tabloid. Jadinya antara percaya dan nggak percaya waktu itu.
            Jadi, duluuuuuuu sekali. Aku memang sempat mengirim cerpen ke tabloid ‘G’tapi tidak pernah ada respon apapun saat itu. Jadi kuputuskan sendiri bahwa cerpenku ditolak. Dan karena malas serta berbagai macam hal lainnya, aku tidak pernah mengirim tulisan apapun lagi ke tabloid itu. Jika diingat-ingat, terakhir kali mengirim tulisan ke sana sekitar tahun 2011. Jadi rasanya aneh  tiba-tiba temanku bilang kalau dia baca tulisanku di tabloid itu.
            Sampai akhirnya, karena terus aku teror, temanku mengirim screencap dari tabloid yang memuat cerpenku. Katanya dia menemukan cerpen buatanku di tabloid ‘G’ edisi bulan Maret minggu ketiga tahun 2011. Jadi itu benar-benar cerpen yang kukirim tahun 2011!!! Waaaaaaaaaaaa, masih belum percaya. Kok bisa? Kok bisa? Kok bisa? Kok bisa nggak ada pemberitahuan dari redaksinya? Kok bisa? Dimuat tahun 2011 dan aku baru tahu bulan ini??? Seandainya...tahu hal ini sejak dulu...ahhhhh, ya sudahlah. Dengan begini jadi terasa lebih dramatik.

Ini penampakannya...
            Setelah itu aku langsung tanya ini itu ke kantor redaksinya, tapi karena sudah lama jadi agak susah. Sampai saat ini belum ada jawaban apapun. Rasanya frustasi, kesal, tapi juga senang...
           
             
 nb: Tengkyu Igus... ^^

Jumat, 23 Agustus 2013

Queen's Classroom: Menjadi antagonis yang baik







Dulu aku hanyalah seorang anak kecil, seorang yang belum begitu dewasa. Dan alasanku beranjak dewasa adalah karena tatapan matamu yang begitu percaya padaku. Begitupun dengan satu senyumanmu, semua itu lebih dari cukup. < Green Rain >

Tak lama setelah dia mengatakan menyukaiku, dia menyatakan cinta pada gadis lain. Membakar fotonya tidak membuat perasaanku lebih baik. Semoga petir segera menyambarnya begitu tiba di Kanada.
Pagi ini, saat kuputuskan untuk mejalani hari-hari yang menyenangkan, hujan dan petir justru datang di hari pertama tahun terakhirku di sekolah dasar. Aku tidak ingin percaya, tapi setiap orang mengatakan ini pertanda buruk.

Benar saja. Hari ini, aku dan teman-teman kelas 6-3 pertama kalinya bertemu dengan wali kelas kami, guru Ma yoo jin.
Saat dia datang, waktu seperti bergerak lambat dan hawa dingin selalu menyertainya. Aku merasa seperti bagian kiri tubuhku terbakar sedangkan bagian kanan tubuhku membeku.
Inilah awal mimpi buruk kami.

##
Aku tidak suka dengan adegan awal episode pertama Queen’s Classroom. Kenapa PD-nim? Kenapa SW-nim? Rasanya tidak perlu memasukan adegan seperti itu. Apalagi drama ini bercerita tentang anak-anak SD. #tanyamissrosa
Aku juga agak kurang suka dengan adegan kekerasan antara Oh dong goo dan geng anak SMA. Apa karena drama ini juga bercerita tentang perbulian ya? Oke, jadi jika anak-anak menonton drama ini, orang tua tetap harus menemani.
Well, lupakan hal-hal yang buruk karena secara keseluruhan drama ini benar-benar keren. Sangat keren! Karena meski sangat menyebalkan, aku tidak bisa membenci tokoh-tokoh antagonis di drama ini. Guru Ma, Nari, Soo Jin, Doo jin, ibu Nari, wakepsek, siapa lagi yang antagonis? Apa hanya aku saja yang salah menafsirkan karakter dari setiap tokoh ya?
Guru Ma, dia mendapat julukan nenek sihir dari murid-muridnya. Membuat Hana dikucilkan, membuat Bomi mengkhianati Hana, membuat Nari ‘menggila’, membuat Oh dong goo menjadi bahan ejekan dan rasa-rasanya dialah yang harus bertanggung jawab atas semua kerusuhan di kelas 6-3.
Alih-alih menjadi nenek sihir, ternyata mantra sihir guru Ma juga mampu membuat Seo yeon yang acuh menjadi sangat peduli, membuat Oh dong goo menemukan ibunya, membuat Bomi yang minder menjadi pede, membuat murid-murid kelas 6-3 memaafkan Nari dan Doo jin dan juga membuat Hana mampu melindungi persahabatan dan tahun terakhirnya di sekolah dasar.

Tema yang berbeda dari drama korea yang lain. Akting anak-anak kelas 6-3 yang keren. Cerita yang penuh inspirasi. Dan tentu saja, tokoh guru Ma yang sukses menjadi antagonis yang paling dicintai. Bintang 4 untuk drama ini ^__^
Sampai jumpa di Queen’s Classroom season 2, tiga tahun lagi…* kata Oh Dong goo

ps: Aku sebenarnya khawatir, teman-temanku yang guru mulai berubah halauan setelah menyaksikan drama ini. Semoga tidak seperti guru Yang, ya kawan…^___^